DEPARA

DEPARTEMEN PELAYANAN ANAK & REMAJA

Badan Pengurus Departemen Anak & Remaja

Periode 2016-2021

 

Penasihat
Pdt. Judy Gaskin, MA
Ev. Ivone Petti Palar, MA

 

Ketua : Ev. Elisabet Selfina Ronda, M.Th.
Wakil Ketua : Ev. Nyoman Firdaus, S.Th.

 

Sekretaris : Ev. Bob M. Lopulalang, MA
Wakil Sekretaris : Matris Fortunatus Saupa, SE

 

Bendahara : Ev. Diana Mawuntu, S.Pak.
Wakil Bendahara : Sylvia Esterlita Rikin, S.Th.
Bendahara Program Bea Siswa : Carolina Darmaun, SE., M.Hum

 

Anggota-Anggota :

Ketua-Ketua Biro Pelayanan Anak dan Remaja Wilayah

 

Pengurus Pelayanan Anak dan Remaja

TEMA, VISI & MISI DEPARA

TEMA TAHUN 2016-2021

DEPARA GKII BANGKIT

 

VISI DEPARA

Depara GKII adalah mitra Allah dalam memenangkan dan melayani anak dengan tujuan untuk kepentingan terbaik anak.

 

MISI DEPARA

- Mengembangkan pelayanan anak yang holistic dan kontekstual

- Memaksimalkan peran media social (multi media) bagi pelayanan yang berguna untuk menjangkau anak dan membangun jejaring

- Menyusun panduan perlindungan anak sehingga GKII dapat menjadi gereja yang ramah anak

- Menyusun kurikulum bagi anak-anak Sekolah Minggu GKII

- Melengkapi setiap pelayan anak dan remaja menjadi guru yang handal

- Mengadakan kegiatan yang berpusat pada anak.

TEKNIS PELAKSANAAN MISI / HASIL RAPAT DEPARA

  1. Membentuk PAUD sebagai langkah praktis mengembangkan pelayanan anak holistic dan kontekstual:

    • Target pembentukan: 2 tahun, yaitu setiap daerah memiliki minimal 1 PAUD/SSP.
    • PIC: Diana, Ester, Omy.
    • Anggaran: disesuaikan dengan kondisi wilayah masing-masing.
  1. Memaksimalkan peran media social (multi media):

    • PIC: Bob, Matris.
    • Dengan membuat grup WA khusus Depara, sebagai media komunikasi antara Depara dan wilayah (telah ada).
    • Menata ulang facebook (fanpage) dan email Depara. Waktu penataan: 2 bulan.
    • Anggaran: --
  1. Menyusun Child Protection/Panduan Perlindungan Anak GKII. Tujuannya: supaya GKII menjadi gereja yang ramah anak.

    • PIC: Bob, Krissy
    • Target penyelesaian: April 2017 (Rakernas GKII)
    • Anggota Pokja: Bob, Krissy, Sylvia, Tri
    • Anggaran: Rp 20.000.000,-
  1. Menyusun kurikulum SM

    • PIC: Elisabeth, Kara
    • Anggota Pokja: Elisabeth, Kara, Ivone, Dewi, Eveline, Connie, Nyoman, Diana, Dolly, Bipara (saran/usul)
    • Sumber dana: Misi CMA dan Depara
    • Target penyelesaian: 1 tahun (dari waktu mulai dikerjakan)
    • Penyusunan kurikulum awal adalah untuk 1 tahun pelajaran.
    • Kurikulum diusulkan untuk 3 kelas: Indria, Pratama dan Madya
    • Anggaran: Rp 100.000.000,-
  1. Pembekalan pelayan anak dan remaja (Retret GSM/TOT)

    • PIC: Nyoman, Matris
    • Waktu: akhir September 2017 (ketika Ms. Judy datang ke Indonesia)
    • Waktu pelaksanaan selama 5 hari/4 malam. 2 hari untuk TOT, 3 hari untuk retret
    • Sumber dana: kas Misi (Rp 100.000.000,-), Depara, peserta dan donator.
    • Tempat pelaksanaan: Jogjakarta
    • Target peserta: 200 - 500 orang (utusan dari wilayah, daerah, gereja lokal). Peserta ditentukan oleh Bipara.  Criteria peserta adalah siap untuk mengadakan pelatihan kembali di daerah atau gerejanya masing-masing.
    • Target peserta setiap wilayah:
      • Jasum: 20 orang
      • Kaltara: 40 orang
      • Kaltim: 40 orang
      • Kalbar 1: 50 orang
      • Kalbar 2: 50 orang
      • Intim 1: 20 orang
      • Intim 2: 30 orang
      • Kaltengsel:
      • Sulut:
      • Papua 1:
      • Papua 2:
      • Papua 3:
    • Biaya: akan dikenakan biaya bagi peserta. Biaya lebih murah bila membayar sebelum hari pelaksanaan (tanggal yang telah ditetapkan)
    • Usulan materi:
      • Merancang acara/event anak yang kreatif, khususnya event dengan jumlah peserta besar.
      • Karakteristik anak/ilmu jiwa perkembangan anak
      • Creative teaching sesuai dengan kategori usia anak
    • Anggaran: Rp 200.000.000,-
  1. Beasiswa bagi anak-anak anggota GKII yang kurang mampu

    • PIC: Caroline, Dede
    • Pada mulanya program bea siswa ditujukan kepada anak-anak hamba Tuhan yang orang tuanya mengalami kesulitan dalam pembiayaan pendidikan anak-anaknya. Sebagian besar peserta berasal dari Jasum.  Sumber dana berasal dari pencarian dana yang dilakukan oleh ms. Judy Gaskin dan beberapa donatur.
    • Jumlah anak yang disponsori saat ini: 79 anak.
    • Rincian penerima bea siswa:
      • SD: 15 orang; @Rp 75.000,-/bulan
      • SMP: 21 orang; @Rp 100.000,-/bulan
      • SMA: 31 orang; @Rp 125.000,-/bulan
      • Mahasiswa: 12 orang; @Rp 150.000,-/bulan (hanya sampai term tahun ini saja)
    • Biaya yang dibutuhkan setiap semester: Rp 53.000.000,-
    • Diusulkan bea siswa tetap berjalan dan diberikan kepada anak-anak dari keluarga anggota GKII yang kurang mampu dan tidak terbatas pada satu wilayah saja.
    • Criteria penerima bea siswa:
      • Anggota aktif GKII
      • Berasal dari keluarga kurang mampu secara ekonomi
      • Mendapat rekomendasi dari gembala sidangnya, ketua daerah dan ketua bipara di wilayahnya.
      • Penerima bea siswa pada jenjang pendidikan SD – SMA saja.
    • Sumber dana: pribadi/gereja/anak SM (teknis pelaksanaan akan diatur oleh Bipara).
    • Transfer dana ke rekening BCA Bea siswa
  1. Menetapkan setiap tanggal 15 Juli menjadi Hari Anak GKII.

    Teknis pelaksanaan perayaan diserahkan kepada setiap wilayah.  Persembahan pada tanggal tersebut diserahkan kepada Depara.

  1. Persembahan dari wilayah untuk kebutuhan operasional Depara:

    • Persembahan Natal dari gereja local, dengan persentase: 50 – 50. Yaitu: 50 untuk gereja, 30 untuk daerah, 10 untuk wilayah dan 10 untuk pusat.
    • Persembahan rutin dari wilayah (mulai berlaku Oktober 2016):
      • Jasum: Rp 100.000,-/bulan
      • Kaltara: Rp 100.000,-/bulan
      • Kaltim: Rp 150.000,-/bulan
      • Kalbar 1: Rp 50.000,-/bulan
      • Kalbar 2: Rp 100.000,-/bulan
      • Intim 1: Rp 50.000,-/bulan
      • Intim 2: Rp 100.000,-/bulan
      • Kaltengsel:
      • Sulut:
      • Papua 1:
      • Papua 2:
      • Papua 3:
  1. Biaya operasional:

    • Pembuatan kurikulum: Rp 100.000.000,-
    • Panduan child protection: Rp 20.000.000,-
    • Pembekalan GSM: Rp 200.000.000,-
    • Biaya meeting: Rp 5.000.000,-/tahun
    • Biaya rakernas tahunan: Rp 10.000.000,-/tahun
    • Biaya ATK: Rp 2.000.000,-/tahun
    • Total: Rp 337.000.000,-