Serial Menyambut Bulan Misi GKII R. A. Jaffray dan Lembaga Misi CFMU (12)

Oleh: Daniel Ronda

Mungkin nama-nama gereja berikut sudah kita dengar sebelumnya atau ada yang baru mengetahui seperti GKKA (Gereja Kebangunan Kalam Allah), Gepekris (Gereja Persekutuan Kristen Indonesia), dan GPMII (Gereja Persekutuan Misi Injil Indonesia). Ketiga gereja itu adalah berasal dari sebuah gerakan misi di Tiongkok yang digagas oleh Dr. R.A. Jaffray yang kemudian membentuk organisasi misi yang bernama Chinese Foreign Missionary Union (CFMU). Saat Jaffray masih menjadi guru di Sekolah Alkitab Cien Tau di kota Ik Chou Provinsi Kwang Si di China Bagian Selatan, Jaffray oleh rekan-rekannya dikenal sebagai manusia peta karena di dinding kantornya dipenuhi oleh berbagai peta dunia. Suatu hari di hadapan murid-muridnya ia membentangkan peta Asia Tenggara dan mata tertuju kepada Indonesia (dulu Hindia Belanda) dan menantang para siswa sekolah Alkitab bahwa mereka harus berdoa untuk adanya tenaga penginjil yang siap diutus ke daerah-daerah ini. Apalagi Jaffray melihat begitu banyak orang Tionghoa berada di luar negeri tapi belum ada gereja di antara mereka di sana. Sekolah Alkitab Cien Tau waktu itu sudah punya hati misi dan dikenal dengan motonya “Buka ladang baru, bersedia menderita dan berkobar-kobar dalam Roh”. Sejarah kemudian membuktikan para lulusan sekolah Alkitab ini keluar dari negaranya pergi melayani sampai ke Indonesia.

 

Untuk merealisasikan gerakan penginjilan ini keluar dari Tiongkok, maka di tahun 1929 bersama rekan-rekan sekerjanya para pendeta dari gereja Tionghoa memulai karya CFMU yang fokusnya melayani Asia Tenggara yaitu ke Vietnam, Kamboja, Thailand, Myanmar, Malaysia dan Indonesia. Nama-nama yang diundang Jaffray adalah Dr. Leland Wang, Pdt. Tzau Liu Thang, Pdt. Hwang Yen Tsu, Pdt. Liang Tsie Kau, Pdt. Wu Ci Hwa, Dr. William C Newbern D.D dan Pdt. Wilson Wang. Akhirnya terbentuk CFMU pada tanggal 26 Maret 1929 berkedudukan di Ik Chou, Provinsi Kwang Si yang nantinya kemudian markasnya dipindahkan ke Hongkong.

 

CFMU kemudian menjadi lembaga misi yang menggerakkan orang menjadi penginjil. Banyak di antara mereka yang berlatar belakang pengusaha dan pedagang yang kemudian bersedia menjadi penginjil dan masuk Sekolah Alkitab Cien Tau sebelum diutus ke luar negeri. Lembaga misi ini kemudian dipimpin oleh Dr. Leland Wang dan Jaffray sendiri menjadi wakilnya. Mengapa demikian? Karena Jaffray berkeinginan gereja Tionghoa sudah waktunya menjadi gereja pengutus misi dan bukan dari gereja Barat lagi. Ini adalah sejarah misi yang patut dicatat bahwa gereja di China di tahun 1920-an sudah mengutus penginjil ke luar negeri dan di tahun 1929 sudah terbentuk lembaga misi gereja Tionghoa pertama dengan nama CFMU yang terlibat dalam pengutusan luar negeri sampai ke Indonesia.

 

Ada beberapa nama penginjil yang diutus di Indonesia, seperti Pdt. Choe Sing Hwen. Dia adalah misionari pertama CFMU yang diutus keluar Tiongkok yang mula-mula melayani di Vietnam lalu diutus ke Makassar dan Tarakan. Lalu ada Pdt. Tze Ying Kwang melayani di Makassar. Kemudian ada Pdt. Tsang To Hang melayani di Bali. Juga Pdt. C.Y. Wong diutus ke pulau di Sumatera, tepatnya di Bangka-Belitung dan sekitarnya. Kemudian dia mengadakan penginjilan di beberapa daerah di Jawa. Ada juga Pdt. Yason S. Linn serta Pdt. Liem Kwang Ling yang diutus ke Samarinda dan masuk ke pendalaman Kalimantan Timur dengan menyusuri Sungai Mahakam. Pelayanan mereka kemudian dilanjutkan oleh Pdt. Chang Shieh Ying yang berhasil membuka ladang baru di pendalaman Kalimantan Timur. Lalu Pdt. James Timothy Chen dan beberapa penginjil yang diutus melayani di Samarinda. CFMU bukanlah lembaga misi hebat dalam finansial karena mereka banyak mengalami krisis keuangan terutama di tahun 1940-1945an terjadi gejolak politik dunia maupun di Tiongkok. Namun dalam kesulitan mereka bertahan melayani dan siap menderita demi Injil Kristus.

 

Dari pelayanan mereka lahirnya tiga gereja Tionghoa di Indonesia yaitu GKKA, Gepekris dan GPMII. Itu terjadi karena Bimas Kristen RI di tahun 1972 meminta gereja di bawah naungan CFMU harus berganti nama dengan nama Indonesia. Dari CFMU inilah lahir tiga sinode di atas. Belum lagi para penginjil yang tamatan dari Sekolah Alkitab Cien Tau yang notabene adalah murid Jaffray bergabung dengan gereja-gereja Tionghoa yang sudah ada di Indonesia atau mendirikan gereja sendiri di kemudian hari. Misalnya Jason S. Linn (Yason S. Lim) yang adalah utusan misi CFMU yang lama melayani di Kalimantan, kemudian datang ke Jakarta membentuk pelayanan di antara orang Kanton (Cantonese) dan sekarang berdiri gereja yang dikenal dengan nama Gepembri (Gereja Pemberita Injil).

 

Pelajaran apa yang diambil dari kisah misi badan CFMU ini? Pertama, gereja di Tiongkok adalah teladan gereja Asia dalam mengutus penginjil ke luar negeri. Bukan karena mereka kaya dan hebat, tapi karena mereka digerakkan oleh kasih Kristus untuk mengasihi jiwa-jiwa yang terhilang. Walaupun tujuan pertamanya mencari jiwa-jiwa diaspora yaitu menjangkau orang Tionghoa di luar negeri namun para penginjil ini juga menjangkau suku-suku lain yang ada di Indonesia termasuk suku-suku di Kalimantan, Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Bima dan seterusnya. Kedua, hamba Tuhan harus siap bayar harga untuk menjadi hamba Tuhan dan rela menderita demi Kristus. Ini pelajaran berharga dari sejarah jangan sampai zona nyaman yang ada pada gereja-gereja saat ini membuat lalai untuk menjangkau dunia di luar sana yang membutuhkan kasih Tuhan. Dibutuhkan hamba Tuhan yang siap bayar harga. Ketiga, sudah waktunya sesama gereja di bawah payung pendiri Dr. R. A. Jaffray bersinergi bersama dalam menjangkau ladang yang masih luas ini untuk melanjutkan apa yang telah diwariskannya (DR).

 

Sumber Penulisan:

“Gereja Pemberita Injil” tersedia di http://profilgereja.wikidot.com/gereja-pemberita-injil diakses tanggal 30Juli 2017

“Sejarah CFMU” tersedia di http://gkkaupg.blogspot.co.id/2009/03/sejarah-cfmu.html diakses tanggal 30 Juli 2017.

“Sejarah GEPEKRIS” tersedia di http://www.gepekris.com/tentang-kami/sejarah/ diakses tanggal 30 Juli 2017.

“Sejarah GKKA Indonesia Jemaat Ujungpandang” tersedia dihttp://www.gkkamks.org/our-history/ diakses tanggal 30 Juli 2017.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *