PERUMPAMAAN LALANG DAN GANDUM (KRISTEN SEJATI DAN KRISTEN PALSU)

PERUMPAMAAN LALANG DAN GANDUM (KRISTEN SEJATI DAN KRISTEN PALSU)

Oleh: Pdt. Kadarusno Edut, M.Th

MATIUS 13:24-30

Yesus Kristus melayani didunia 3 ½ tahun Ia berkeliling dari kota ke desa, dari jalan raya dan rumah ibadat dari tanah lapang dan diatas perahu. Dalam pelayananNya sering kali Ia menggunakan perumpamaan untuk membentangkan suatu keadaan kemudian IA mengkaitkan dengan Kerajaan Allah. Contohnya melalui perumpamaan. Banyak sekali kita menjumpai perumpamaan-perumpamaan yang Yesus sampaikan, seperti: Perumpamaan Penabur, Lalang dan Gandum, Biji Sesawi, Dirham, Orang upahan dikebun Anggur, Ragi, Pukat, Domba yang hilang, Anak yang hilang dsb.

Siapakah Kristen yang sejati:

Pertama, Kristen sejati dalam perumpamaan disini ialah diumpamakan Benih yang baik dan atau Gandum. Benih yang baik disini bukan Firman Tuhan. Benih yang baik ialah melambangkan orang-orang yang telah bertobat dan memiliki iman yang kuat, sungguh-sungguh mempraktekan iman kepada Yesus Kristus.
Selanjutnya orang yang menabur ialah Yesus Kristus itu sendiri (ayat 38), melalui Roh Kudus Kristus menabur orang percaya ke berbagai tempat untuk menghasilkan buah. Pada kesempatan ketika orang tidur datanglah musuh (ini Iblis) menabur benih di ladang itu, tetapi benih yang ditabur bukan gandum (benih yang baik) melainkan benih lalang (benih yang jahat).

Seiring dengan waktu gandum bertumbuh tetapi lalang jugapun bertumbuh. Hamba tuan itu (yang menabur benih gandum diladang) menjadi kaget, “bukankah benih gandum yang tuan tabur? ”kata hamba tuan itu kepada tuannya!”, akan tetapi mengapa lalang bertumbuh juga?”, hamba tuan itu meminta kepada tuannya. “Tuan ijinkan kami mencabut lalang itu!”. Tuan berkata: “jangan!, biarkan!, kalau dicabut jangan-jangan gandum juga tercabut lalu mati”. Tunggu saja waktu musim panen tiba.

“Gandum” itu ialah Kristen sejati, “lalang” itu Kristen palsu. Tumbuhan ini mirip namun tidak sama. Lalang adalah gulma tidak berharga meskipun pengaruh akarnya kuat melilit kesana kemari namun ia tidak berkuasa untuk membunuh gandum dari benih yang baik.
Siapakah Kristen Palsu?

Banyak orang mengaku Kristen namun palsu, hanya beragama Kristen, ingat “Kristen” itu adalah pengikut Kristus bukan hanya sekedar agama. Kristen tanpa pertobatan, Kristen malas ke gereja, malas ibadah, malas baca Alkitab, berdoa, Kristen tidak mau berkorban untuk pekerjaan Tuhan. Itu Kristen palsu “lalang”.
Kristen palsu hidup berdampingan dengan Kristen sejati, lalang dan gandum hidup bersamaan. Pemalas hidup bersama bahkan satu anggota jemaat dengan yang rajin, keluh kesah menggerutu satu anggota jemaat dengan yang bersukacita dan bersyukur, rela berkorban hidup dengan dan satu gereja dengan orang tidak rela dan acuh tak acuh dengan pekerjaan Tuhan, dsb. Kristen palsu sama dengan “lalang” disandingkan dengan “gandum”. Tampak dari jauh Lalang mirip dengan gandum ya, sepertinya sama namun sesungguhnya berbeda.
Jika ini terjadi bagaimana sikap kita?,

Idealnya jika kita setia, rajin dan percaya maka semuanya akan mudah dan lancar itu harapan, namun harapan tidak semua sesuai dengan kenyataan. Karena selalu ada pengaruh “lalang” dalam hidup rohani kita. Mundurkah kita? Kecewakah kita? Tidak.! Jangan kuatir ada ayat 30 “biarkanlah mereka tumbuh bersama sampai waktu panen tiba”.

Ada waktu Tuhan bagi orang yang setia dan tidak, untuk yang rela dan tidak rela, untuk yang peduli dan acuh tak acuh. Waktu itulah lalang dikumpulkan terlebih dahulu lalu diikat, berkasnya kemudian dibuang dan dibakar”. Setelah itu gandum juga akan dikumpulkan lalu dibawa ke lumbung tempat penyimpanan yang aman yang disediakan oleh Tuhan kita Yesus Kritus, haleluya terpujilah Tuhan.
Tetaplah semangat melayani Tuhan hai Hamba-hambaNya, orang percaya “engkau adalah gandum” yang memang harus berada ditengah lalang. Sambil menunggu waktu panen tiba, tetaplah setia sampai akhir meski pengaruh lalang dahsyat disekeliling kita namun ia tidak berkuasa untuk membinasakan kita, Yesuslah yang menilai kita. Tidak ada satu pun yang terlewatkan suatu saat nanti semua akan melalui pintu penghakiman. Amin.

*Gembala Senior GKII Imanuel Sintang, Kalbar

Leave a Reply

Close Menu