You are currently viewing Pokok Doa GKII Bulan November 2016

Pokok Doa GKII Bulan November 2016

  • Post author:
  • Post category:Pokok Doa

Doa Untuk Gereja yang Teraniaya

 

Di seluruh dunia, banyak orang percaya dianiaya, dipenjara bahkan dibunuh karena imannya. Sejak kedatangan Yesus yang pertama sampai hari ini kurang lebih 43 juta orang Kristen telah menjadi martir.

 

Saat ini ada 200 juta orang, 60 persen di antaranya anak-anak, mengalami aniaya karena percaya Yesus, menurut Christians in Crisis International Ministry, suatu lembaga pelayanan doa bagi penganiayaan orang percaya.

 

Tanggal 6 dan 13 November 2016 telah dikhususkan sebagai Hari Doa Sedunia untuk Gereja Teraniaya. Walaupun sudah lewat, tapi dalam beberapa minggu ke depan, mohon ingat untuk mendoakan orang percaya di seluruh dunia yang menderita kekerasan, disiksa, diusir menjadi pengungsi, dan penolakan keluarga atas iman mereka.

 

Mari kita doakan agar umat Tuhan dijaga dari kekerasan lebih lanjut, memiliki pengharapan dalam Tuhan, iman semakin kokoh, mereka dapat keberanian tinggal dan hidup di daerahnya, agar menemukan komunitas orang percaya yang saling menguatkan dan berbakti juga mengakses Alkitab, serta ada kepedulian orang percaya untuk menopang pergumulan mereka.

 

Mari kita doakan anak-Anak korban bom di Gereja Oikumene Loa Janan Samarinda Kaltim dan kondisi bangsa Indonesia dengan munculnya gerakan intoleransi yang ditunggangi kepentingan politik.

 

(Note : sebagian diadaptasi dari Evangeline Vergo di fanpage Facebook The Christian and Missionary Alliance.)

 

Doa Untuk Situasi Politik di Indonesia

Tuhan, kami bersyukur atas bangsa dan negara Indonesia yang Engkau anugerahkan kepada kami, di mana dalam pelbagai keragaman suku, ras dan agama kami dipersatukan dalam keharmonisan. Kami bisa saling mengormati, melindungi dan menjaga ketenteraman dalam kebhinekaan dengan wilayah yang begitu luas.

 

Tapi saat ini kami sedang mengalami prahara dan diguncangkan oleh bercampurnya agama dan politik. Ada ketidakpercayaan, fitnah, dan saling memaki di antara mereka. Bahkan ada upaya-upaya anarkis yang mau memporakprandakan kesatuan kami.

 

Untuk itu ya Tuhan kami berdoa, pertama-tama untuk para pemimpin negeri ini agar diberi kemampuan menjaga kesatuan serta sanggup menghadapi berbagai tindakan anarkis tanpa mengorbankan hak-hak asasi manusia. Ajar kami sabar menunggu keadilan dan kebenaran yang ditegakkan oleh para pemimpin dan penegak hukum kami. Sungguh kami berharap mereka menegakkan kebenaran dan kami semua akan menerima kebenaran itu sekalipun mungkin pahit bagi sebagian, karena kami percaya pemerintah adalah wakil-Mu ya Tuhan.

 

Kami mendokan para politikus agar mereka dalam berpolitik melakukannya secara kesatria dan tidak melakukan berbagai intrik. Kami berdoa agar mereka tidak menggunakan berbagai cara termasuk menggunakan agama untuk memecahbelah dan melukai persatuan. Jangan sampai karena keinginan berkuasa maka rakyat dikorbankan. Dalam kepura-puraan serta kesantunan mereka seringkali ada niat busuk yang mengerikan. Kami mohon Tuhan sadarkan mereka bahwa mereka adalah wakil rakyat dan tidak menghancurkan rakyat demi ambisi kekuasaan mereka.

 

Kami juga berdoa untuk pemilik media baik cetak, pemilik serta pengelola stasiun TV atau radio, media online dan penulis-penulis di media sosial dan semua yang punya akses di media sosial agar mereka pun menulis dengan hati nurani dan membawa kesejukan. Apalah artinya sebuah keberpihakan pilkada dan urusan politik bila yang dikorbankan adalah bangsa ini. Jika ada kerusuhan dan tindakan anarkis maka kami semua yang rugi. Tolong ya Tuhan agar jari-jari mereka yang dipakai mengetik digunakan untuk kebaikan dan tidak menyebarkan kebencian, kemarahan dan fitnah.

 

Kami berdoa juga untuk para rohaniwan, aktivis keagamaan, para mahasiswa, tokoh masyarakat dan aktivis lembaga-lembaga kemanusiaan agar bekerja dengan hati nurani dan bukan bertindak karena kemilau uang dan kekuasaan. Jangan sampai kami diperalat ya Tuhan demi ambisi politik. Jernihkan kecendiakawanan dan akal budi kami sehingga menjadikan semua rohaniwan dan negarawan yang memiliki tujuan yang sama kesejahteraan bangsa. Ajarkan kami menerima dan menghargai perbedaan, karena di dalamnya kami akan dapat membangun negeri ini menuju kesentosaan.

 

Dengarlah doa kami, yang kami panjatkan untuk kemuliaan Nama-Mu ya Tuhan, di dalam Yesus Kristus Tuhan kami, Amin!

Yang sepakat, mari katakan AMIN

-Daniel Ronda-