You are currently viewing Doa Seorang Pengkhotbah

Doa Seorang Pengkhotbah

  • Post author:
  • Post category:Kesaksian

Sudah dipahami bahwa satu hal mutlak yang harus ada dalam persiapan dan penyajian khotbah yaitu doa. Namun tidak semua tahu bagaimana mengekspresikan doa pribadi dalam persiapan menyajikan khotbah. Dr. Timothy Tennent (Rektor dari almamater saya Asbury Theological Seminary) menuliskan “7 Daily Personal Prayer Request” di Seedbed.com, 28 Maret 2014 yang penting bagi para pemimpin rohani. Doa ini tentunya dapat juga diaplikasikan kepada doa seorang pengkhotbah setiap harinya:

  • Pertama: Tuhan berikanlah kepadaku suatu roh pertobatan di hadapanMu!
    Ayat refleksi: “Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!” (Mazmur 51:10)
  • Kedua: Tuhan berikanlah kepadaku suatu roh dapat diajar (teachable) dan roh rendah hati terhadap sesama kami dan jemaatMu!
    Ayat refleksi: “Dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri” (Filipi 2:3)
  • Ketiga: Tuhan berkanlah kepadaku hikmat dan pengertian!
    Ayat refleksi: “Dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar” (Efesus 1:17)
  • Keempat: Tuhan berikanlah kepadaku gairah (passion) untuk melayani dan urapan Roh Kudus-Mu!
    Ayat refleksi: ”Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban” (2 Timotius 1:7)
  • Kelima: Tuhan berikanlah kepadaku suatu hati yang melayani dengan penuh pengorbanan (sacrificial service) dan ajariku cara untuk mengasihi!
    Ayat refleksi: “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup , yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu” (Roma 12:1-2a)
  • Keenam: Tuhan berikanlah kepadaku menjadi orang yang menjaga kemurnian pengajaran-Mu dan memelihara iman seperti para Rasul-Mu!
    Ayat refleksi: “Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau” (1 Timotius 4:16)
  • Ketujuh: Tuhan berikanlah kepadaku kemampuan untuk melipatgandakan iman dan hidup-ku di dalam kehidupan orang lain.
    Ayat refleksi: “Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai , yang juga cakap mengajar orang lain” (2 Timotius 2:2) (DR)

Tulisan dari tahun lalu, bagian ini ada dalam buku saya “Khotbah yang Berkuasa” yang diterbitkan KH Bandung