PUASA DALAM KRISTEN

PUASA DALAM KRISTEN

Oleh: Pdt. Kadarusno Edut, M.Th

Dalam Rangka 10 Hari Doa dan Puasa di GKII Imanuel Sintang Kalbar

Memperingati Hari Pentakosta 31 Mei s/d 9 Juni 2019

Puasa dalam Kristen ada dan sangat penting,  hanya tidak dilakukan dengan menggunakan standar kalender seperti agama lain.  Puasa Kristen bukan puasa keagamaan atau sekedar perintah agama, tetapi Puasa di sini adalah dorongan Roh Kudus yang digunakan untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan, untuk mensyukuri dan berterima kasih atas betapa besarnya kasih yang selama ini Tuhan berikan kepada kita. 

Yang perlu kita syukuri ialah pertama-tama keselamatan kekal yang Tuhan anugerahkan, kesehatan yang kita peroleh, penghasilan yang kita terima, usaha yang baik dan lancar serta keberhasilan-keberhasilan yang lainnya. Ingat bahwa jika ada kegagalan yang dialami oleh kita bukan berarti Tuhan meninggalkan kita.

Kita harus tetap beryukur kepada Tuhan karena Tuhan mengijinkan sesuatu terjadi dalam hidup kita.  Karena keberhasilan dari Tuhan tidak selalu diukur dengan mendapatkan uang, pangkat dan kedudukan, dll. Keberhasilan dari Tuhan ialah bagaimana kita tetap mempertahankan iman walaupun kita mengalami banyak masalah dalam hidup ini, namun kita tetap setia, tidak berubah, tetap kuat dan tetap dapat bersyukur kepada Tuhan.

                Sekarang mari kita melihat contoh-contoh Puasa dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru agar menjadi acuan bagi kita yang melaksanakan Puasa.

Perjanjian Lama

1. Puasa Musa, melakukan puasa 40 hari 40 malam tidak makan dan tidak minum (Kel. 24:16 dan Kel. 34:28)

2. Puasa Daud, tidak makan dan tidak minum semalam-malaman berbaring diatas tanah (2 Sam 12:16)

3. Puasa Elia, puasa 40 hari 40 malam (1 Raj 19:8)

4. Puasa Ester  3 hari 3 malam tidak makan dan tidak minum (Ester 4:16)

5. Puasa Ayub, 7 hari 7 malam tidak bersuara (Ayub 2:13)

6. Puasa Daniel, 10 hari hanya makan sayur dan minum air putih (Daniel 1:12, 9:3; 10:2) selama 21 hari.

Kemudian dalam Perjanjian Baru:

1. Puasa Yesus, 40 hari dan 40 malam tidak makan (mat 4:2)

2. Puasa Yohanes Pembaptis, tidak makan dan tidak minum (Mat 11:18)

3. Puasa Paulus 3 hari 3 malam tidak makan, tidak minum dan tidak melihat (Kis 9:9)

4. Jemaat mula-mula, berpuasa untuk menguatkan Paulus dan Barnabas dalam pelayanan (Kis 13:2-3)

Sekarang jenis-jenis Puasa:

1.  Puasa Biasa

Yang dimaksud puasa biasa ialah puasa dengan pantang untuk semua makanan baik makanan keras baik makanan yang lembut, tetapi tidak berpantang air.    Puasa ini dapat kita lihat dari contoh puasa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus selama 40 hari 40 malam Ia berpuasa tidak makan (Luk 4:2).

2.  Puasa Sepenuhnya

Puasa sepenuhnya disini bisa kita lihat dari Ester selama 3 hari 3 malam untuk seluruh orang Yahudi (4:16).  Juga dapat kita lihat dari Puasa yang dilakukan oleh Paulus dalam kisah pertobatannya 3 hari 3 malam ia tidak makan dan minum dan tidak dapat melihat (Kis 9:9). Tentu puasa seperti ini tidaklah harus dilakukan lebih dari 3 hari.

2.  Puasa 12 jam atau 24 jam

Yang kita lakukan dalam Doa dan Puasa sekarang ini ilah 12 jam.  Selama itu kita tidak makan dan minum atau melakukan apapun termasuk nonton Televisi, baca Koran ataupun jenis lainnya.  Kita betul-betul tidak melakukan apapun yang biasa kita sukai yang biasa kita lakukan juga termasuk olaharag yang kita sukai.  Dalam waktu itu kita beribadah, berdoa, bernyanyi, membaca Alkitab bahkan menulis pesan Alkitab yang kit abaca dan renungkan.

Puasa 12 atau 24 jam hal kita lakukan sama artinya kita berkomitmen untuk mengkhususkan diri kita selama waktu yang ditentukan itu.  Khsusus Puasa 24 jam itupun tidak bisa dilakukan dalam waktu yang lama bisa 2 hari dan 3 hari. Selebihnya itu tidak dianjurkan. Puasa 24 jam itu termasuk puasa supranatural.

Sekarang apa tujuan utama kita berpuasa:

  1. Untuk merendahkan diri kita di hadapan Allah
  2. Untuk menjadikan kita peka dengan “suara” Tuhan melalui FirmanNya yang kit a baca dan renungkan

2. Untuk menyatakan rasa terima kasih yang dalam atas berkatNya selama ini dalam hidup kita

3. Untuk membuat tubuh kita lebih disiplin dari keinginan duniawi karena tentu ketika kita berpuasa kita harus belajar menyangkal diri dari semua keinginan yang biasa kita lakukan.

4. Untuk meminta jawaban Tuhan atas semua masalah  dan pergumulan yang kita alami.

5. Secara rohani kita akan merasakan semakin dekat kepada Tuhan.

Waktu dan Jenis Puasa yang kita lakukan di GKII Imanuel

Melalui kesempatan ini kita mengambil ketentuan yang dapat menjadi acuan bagi kita selama melaksanakan Puasa:

1. Puasa akan dimulai pada hari Jumat 31 Mei 2019 s/d 9 Juni 2019

2. Waktu puasa dimuai jam 08.00 pagi sampai jam 20.00 WIB (malam).

3. Yang dilakukan dalam puasa pukul 05.00 WIB  berdoa subuh  di gereja setiap hari

4. Pukul 08.00 WIB  mulai puasa, setelah itu setiap 2 jam sekali kita memuji Tuhan, baca Firman dan berdoa; ini pun bergantung pada kita semua.

5. Jenis puasa diserahkan kepada anggota jemaat sekalian jika mampu berpuasa 12 jam tidak makan dan tidak minum baiklah menggunakan jenis puasa ini (puasa sepenuh) namun jika mampu 24 jam baik untuk melakukannya ini jenis supranatural.

6. Jika 12 jam tidak mampu, maka jemaat Tuhan bisa minum air putih, makan keras tetap puasa.  (hanya meski bisa minum air putih tetapi jangan minum kopi, susu, atau teh; hanya air putih)

7. Jika hanya bisa setengah hari baiklah juga tetap dilakukan.

8. Puasa kita ialah bukan pada makan dan minum tetapi Tuhan melihat hati.

Demikian, Tuhan memberkati kita semua.

—– SELAMAT  BERPUASA—–

Leave a Reply

Close Menu